Credit: Jendela Alkitab - Mirifica News
Selasa 26
Januari 2016 - Pekan Biasa III (H)
Text Perikop Kitab Suci:
Bac. I: 2 Sam.6:12b-15.17-19
Mazmur 27:7.8.9.10;R:8a
Injil: Mrk. 3:31-35
Mrk 3:31 Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
Mrk 3:32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia,
mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di
luar, dan berusaha menemui Engkau.”
Mrk 3:33 Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”
Mrk 3:34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Mrk 3:35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”
Renungan
Manusia boleh merencanakan, tapi Tuhan-lah yang menentukan. Sumber
segala berkat dalam kehidupan berasal dari Allah. Ingat terhadap Allah
dan hukum-hukum-Nya mendatangkan sukacita dab berkat. Lupa akan Allah
dan hukum-hukum-Nya mejauhkan kita dari segala berkat dan kegembiraan.
Orang Israel, khususnya sisa kecil yang setia, selalu ingat akan Allah
dan hukum-hukum-Nya. Mereka diperkenankan memasuki tanah terjanji. Siapa
sesungguhnya bangsa pilihan? Bangsa yang setia dan melaksanakan
Perintah Allah menjadi bagian dan bangsa pilihan Allah.
Yesus mengatakan kepada para pendengar-Nya bahwa Ia hadir ke dunia
untuk segala bangsa. Ia datang bukan hanya untuk keluarga-Nya, juga
bukan hanya untuk orang-orang Israel, tetapi untuk segala bangsa dan
segala zaman. Kehadiran dan pewartaan-Nya ditujukkan untuk semua orang
yang menghendaki damai sejahtera dan keselamatan. “ Siapa saja yang
melakukakn kehendak Allah, “ tandas Yesus, “dialah saudara-Ku laki-laki,
dialah saudari-Ku perempuan, dialah Ibu-Ku”.
Apakah kita sudah berusaha menjadi saudari perempuan, saudara
laki-laki, dan menjadi Ibu Yesus? Kebahagiaan kita tak akan abadi, dan
sia-sia semua apa yang kita miliki saat ini, jika Tuhan tidak hadir dan
tinggal di dalam diri kita, dalam keluarga dan komunitas kita.
Ya Allah, bukalah hati dan pikiranku agar siap sedia menjadi pelaku firman dalam hidup dan karyaku setiap hari. Amin.

Posting Komentar