Credit: MirificaNews
Bacaan Pertama: Yes 40:1-5.9-11
Bacaan II: Tit 2:11-14; 3:4-7
Bacaan Injil: Luk 3:15-16.21-22
YESUS DIBAPTIS
Injil Markus, Lukas dan Matius sama-sama memberitakan peristiwa Yesus dibaptis. (Dalam Injil Yohanes peristiwa itu dapat disimpulkan dari kata-kata Yohanes Pembaptis Yoh 1:32-33.)
1. Laporan paling ringkas dan paling awal diberikan oleh Markus
(Mrk 1:9-11) yang memuat tiga hal ini: (i) Yesus dibaptis oleh Yohanes
di Yordan, (ii) sewaktu keluar dari air ia melihat langit terbelah dan
Roh turun kepadanya seperti burung merpati, maksudnya kekuatan surga
yang dahsyat tampil dalam ujud yang lembut, (ii) saat itu juga ada suara
dari langit mengatakan “Engkau anak-Ku yang terkasih, kepadamulah Aku
berkenan”. Dalam peristiwa ini diperkenalkan siapa Yesus itu kepada umat
manusia. Dalam diri Yesus hadir kekuatan-kekuatan surgawi. Injil Matius
dan Lukas menyampaikan kembali bahan Markus ini dan menerapkannya bagi
pendengar mereka masing-masing.
2. Selain mengutarakan kembali ketiga hal yang dilaporkan Markus
tadi, Matius (Mat 3:13-17) menambahkan percakapan antara Yohanes
Pembaptis dan Yesus (ayat 14-15). Yohanes mengatakan ia sendirilah yang
perlu dibaptis oleh Yesus. Namun Yesus menjawab semua ini terjadi untuk
menggenapkan kehendak Allah. Percakapan ini dimaksud untuk menjernihkan
pertanyaan apakah Yohanes lebih besar daripada Yesus. Hal serupa
sebetulnya sudah diungkapkan dalam kata-kata Yohanes sebelumnya dalam
Mat 3:11-12 (Mrk 1:7-8 Luk 3:15-17 bdk. Yoh 1:29-34), yakni bahwa yang
akan datang itu lebih besar dari pada Yohanes sendiri.
3. Lukas (Luk 3:21-22) sama-sama menceritakan kembali ketiga hal
yang disampaikan Markus tetapi juga menambahkan bahwa Yesus dibaptis
setelah semua orang lain menerima baptisan. Kiranya Lukas hendak
menanggapi persoalan di kalangan umatnya yang bertanya-tanya apakah
Yesus sama seperti orang-orang yang datang minta dibaptis. Dengan
mengatakan peristiwa itu terjadi setelah orang-orang lain dibaptis,
Lukas menyarankan bahwa baptisan Yesus berbeda. Kedatangan Roh dan
terdengarnya sabda ilahi membuat peristiwa ini khas. Selain itu Lukas
juga menyebutkan bahwa Yesus sedang berdoa ketika langit terbuka.
Dalam generasi selanjutnya pertanyaan yang dihadapi Matius dan Lukas
itu tidak lagi hangat dan orang mulai melihat baptisan Yesus sebagai
ungkapan rasa sepenanggungan dengan orang-orang yang hati nuraninya
tersentuh oleh ajakan Yohanes Pembaptis. Lebih tajam lagi, orang mulai
paham bahwa kini Tuhan sendiri datang menyertai umat-Nya dengan
kekuatan-kekuatannya, seperti diserukan dalam Yes 40:1-5 tadi.
Konteks kisah Yesus dibaptis ini ialah ajakan Yohanes Pembaptis
kepada orang banyak untuk bertobat, untuk berganti haluan hidup,
sehingga mendapat penghapusan dosa. Penghapusan dosa di sini berarti
memperoleh kembali kemerdekaan batin yang bakal membuat orang bisa
berbesar hati. Banyak orang yang mengikuti seruan Yohanes itu. Suatu
saat datang pula Yesus dan ikut dibaptis. Dalam peristiwa itu langit
terbelah, Roh Kudus turun, dan terdengar sabda ilahi mengatakan Yesus
itu putra terkasih, ia mendapat perkenan dari atas. Bila dibaca dalam
konteks peristiwa pembaptisan orang banyak, peristiwa pembaptisan Yesus
ini memperlihatkan datangnya kekuatan-kekuatan ilahi bersama sang putra
terkasih untuk menyertai perjalanan umat yang telah menyatakan kesediaan
untuk berganti haluan tadi. Inilah yang dimaksud dengan “agar kehendak
Allah digenapkan” (Mat 3:15). Yesus ini orang yang sedemikian dekat
dengan kehadiran ilahi sendiri sehingga menurut kata-kata Markus, “Ia
melihat” langit terbuka dan Roh Allah turun.
BERDOA: MENGAKRABI YANG TAK KASAT MATA
Lukas mengatakan semua ini terjadi ketika Yesus “sedang berdoa” (Luk 3:21), artinya, ketika ia membiarkan kekuatan-kekuatan ilahi datang merasuki kehidupannya. Bila kita dapat bertanya kepada Yesus apa ia betul-betul melihat dengan mata kepala sendiri bahwa langit terbuka seperti dilaporkan Markus dan Matius, amat boleh jadi ia akan tersenyum penuh pengertian dan mengajak kita mendengarkan Lukas. Di situ “melihat” diungkapkan kembali oleh Lukas sebagai “berdoa”. Dan terbelahnya langit, turunnya Roh, dan terdengarnya suara dari langit semuanya ditaruh dalam rangka “berdoa” tadi. Bagi Lukas berdoa menjadi indra rohani yang memungkinkan orang mencerap hal-hal yang tak kasat mata yang datang dari dunia ilahi.
Lukas mengatakan semua ini terjadi ketika Yesus “sedang berdoa” (Luk 3:21), artinya, ketika ia membiarkan kekuatan-kekuatan ilahi datang merasuki kehidupannya. Bila kita dapat bertanya kepada Yesus apa ia betul-betul melihat dengan mata kepala sendiri bahwa langit terbuka seperti dilaporkan Markus dan Matius, amat boleh jadi ia akan tersenyum penuh pengertian dan mengajak kita mendengarkan Lukas. Di situ “melihat” diungkapkan kembali oleh Lukas sebagai “berdoa”. Dan terbelahnya langit, turunnya Roh, dan terdengarnya suara dari langit semuanya ditaruh dalam rangka “berdoa” tadi. Bagi Lukas berdoa menjadi indra rohani yang memungkinkan orang mencerap hal-hal yang tak kasat mata yang datang dari dunia ilahi.
DIBAPTIS MENJADI PENGIKUT KRISTUS
Yohanes Pembaptis menegaskan bahwa ia membaptis dengan air, sedangkan yang akan datang nanti akan membaptis dengan Roh dan api. Air membersihkan. Tetapi air hanya membersihkan bagian luar, air menandai. Bukan mengubah seluruhnya. Api memurnikan luar dalam. Api dapat mengubah secara utuh. Ini bahasa kiasan. Namun bahasa seperti ini menolong kita mengerti dan membicarakan hal-hal yang dengan cara lain sulit dipahami, apalagi dikomunikasikan. Baptisan dengan Roh artinya baptisan yang memberi kekuatan menempuh hidup baru yang diniatkan orang dipermandikan.
Yohanes Pembaptis menegaskan bahwa ia membaptis dengan air, sedangkan yang akan datang nanti akan membaptis dengan Roh dan api. Air membersihkan. Tetapi air hanya membersihkan bagian luar, air menandai. Bukan mengubah seluruhnya. Api memurnikan luar dalam. Api dapat mengubah secara utuh. Ini bahasa kiasan. Namun bahasa seperti ini menolong kita mengerti dan membicarakan hal-hal yang dengan cara lain sulit dipahami, apalagi dikomunikasikan. Baptisan dengan Roh artinya baptisan yang memberi kekuatan menempuh hidup baru yang diniatkan orang dipermandikan.
Pada zaman Yesus baptisan yang dikenal ialah baptisan Yohanes
Pembaptis. Baptisan yang diumumkan Yohanes ini sebetulnya bukan barang
baru lagi pada waktu itu. Para petapa di Qumran sudah menjalankannya.
Juga kelompok-kelompok orang saleh waktu itu menyatakan niat pembaharuan
hidup mereka dengan baptisan. Nanti bila Yesus membaptis, ia tentunya
juga membaptis orang seperti Yohanes seperti dapat disimpulkan dari Yoh
3:22-23. Dan sewaktu masih ada bersama Yesus, murid-muridnya pun
membaptis (lihat Yoh 4:2), tentunya menurut baptisan Yohanes juga. Baru
setelah peristiwa kebangkitan, baptisan di kalangan pengikut Yesus
menjadi lebih khas. Ini tercermin dalam ajakan agar murid-murid
membaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus (Mat 28:19).
Dalam
tradisi Kisah Para Rasul, baptisan dijalankan dalam nama Yesus (Kis
8:16; 10:48; 19:5) dalam arti orang menggabungkan diri dengan
pengikut-pengikut Yesus. Karena Yesus tidak lagi ada bersama mereka
secara fisik, maka baptisan ini disebut baptisan dalam Rohnya, yakni Roh
Kudus (Kis 1:5; 11:16) yang membawakan hidup baru. Paulus menjelaskan
bahwa menjadi pengikut Kristus dengan ikut dibaptis karena tindakan ini
melambangkan keikutsertaan di dalam penderitaan, kematian, dan
kebangkitannya. Dalam surat kepada Titus yang dibacakan hari ini,
khususnya Tit 3:5 Paulus menegaskan bahwa dibaptis berarti lahir
kembali, mendapat pembaharuan hidup dalam Kristus.

Posting Komentar