Credit: Jendela Alkitab - Mirifica News
Minggu, 24 Januari 2016 Hari Minggu Biasa III (H)
Teks Perikp Kitab Suci:
Bacaan I: Neh.8:3-5a.6-7.9-11;
Bacaan II: 1Kor.12:12-30;
Injil: Luk.1:1-4; 4:14-21
SIAPA tak was-was jika menghadapi masa depan yang tak jelas? Awal
tahun yang baru tak selamanya membawa pengalaman-pengalaman baru yang
sesuai dengan harapan. Situasi ekonomi dan keadaan sosial masyarakat
yang tak menentu menyebabkan hidup kita semakin memprihatinkan. Oleh
karena itu, sangat wajar jika muncul rasa was-was, ragu-ragu, dan merasa
tak jelas.
Bagi mereka yang merasakan pengalaman semacam itu, Firman Allah hari
ini layak untuk dibaca berulang-ulang dan direnungkan. “Roh Tuhan ada
pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar
baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku untuk
memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi
orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk
memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk.4:18-19).
Dalam keadaan was-was, ragu-ragu, mengapa kita tak berpaling pada
Allah? Bukankah dengan baptisan dan penguatan yang telah kita terima,
Roh Allah juga ada dalam diri kita masing-masing. Bukankah Allah juga
telah mengurapi kita dengan sakramen-sakramen kudus-Nya? Bukankah dengan
pengurapan itu kita juga dikuatkan dan dimampukan? Semakin kita
meragukan atau bahkan menyangkal keberadaan terberkati itu, kita akan
semakin merasa lemah. Sebaliknya, semakin kita mampu pasrah pada
kekuatan urapan yang dianugerahkan Allah itu, semakin kekuatan Allah
akan kita rasakan. Tentu saja, pada kenyataannya, yang terjadi tak
semudah yang dikatakan. Diperlukan upaya yang terus-menerus dalam
melatih sikap pasrah kepada kehendak Allah. Sikap pasrah tentu tak
sekali jadi. Seperti halnya bayi yang belajar berjalan kerap jatuh,
demikian pula dalam melatih sikap pasrah, kita kerap gagal dan jatuh.
Jika tak mau berdiri dan mencoba berjalan kembali, kita tak akan pernah
mampu.
Sekali lagi, bukankah sikap ragu-ragu dan tak percaya justru akan
memperlemah diri kita? Apakah kita akan semakin dikuatkan jika kita
selalu mengeluh, tak percaya atau ragu-ragu? Inilah saatnya kita belajar
pasrah. Hanya dengan sikap seperti itu, kita sedikit demi sedikit akan
semakin kuat.***

Posting Komentar